Aceh, negeri bergelar Serambi Mekkah yang terletak di ujung Barat Indonesia menyisakan banyak fakta tentang kegetiran hidup anak manusia.
Merampungkan segudang persoalan itu tentu saja tidak bisa dikerjakan oleh instansi pemerintah secara sendirian. Partisipasi masyarakat menjadi salah satu celah yang bisa dimanfaatkan untuk meminimalisir suramnya dunia pendidikan di Aceh.
Beranjak dari keprihatinan tersebut dan keinginan besar untuk berpartisipasi dalam membangun dunia pendidikan di Aceh, RUMAN (Rumah Baca Aneuk Nanggroe) Aceh dibentuk. Dengan kata lain, RUMAN Aceh merupakan kendaraan yang merefleksikan keinginan tulus sebagian anak negeri untuk peduli terhadap masa depan dunia pendidikan anak-anak di Aceh.
Cikal bakal RUMAN berawal dari pembukaan koleksi pustaka pribadi berupa 2.000 buku, 1000 majalah dan jurnal kepada masyarakat secara cuma-cuma pada awal Januari 2007.